MAKALAH DEMOGRAFI FERTILITAS DI KECAMATAN TANJUNG RAYA 2006

Juni 17, 2009 at 7:03 pm 5 komentar

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah

Fertilitas merupakan kajian yang menarik untuk di bahas, karena dari fertilitas inilah pemerintah dapat menentukan tindakan pembangunan untuk masa yang akan datang. Pemakalah begitu tertarik untuk menyajikan fertilitas di Kecamatan Tanjung Raya karena Pemakalah sendiri berasal dari Kecamatan Tanjung Raya.

Kecamatan Tanjung Raya merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat. Kecamatan Tanjung Raya terdapat di sekeliling Danau Maninjau. Berikut ini adalah keterangan mengenai Kecamatan Tanjung Raya :

    1. Letak Astronomis : 100º05’ BT – 100º16’ BT dan 0º12’ LS – 0º25’ LS
    2. Batas Wilayah      :
  1. Sebelah Utara    : Kec. Palembayan
  2. Sebelah Timur   : Kab. Padang Pariaman
  3. Sebelah Selatan : Kec. Lubuk Basung dan Kab. Padang Pariaman
  4. Sebelah Barat    : Kec. Matur dan Kec. IV Koto
    1. Ketinggian dari Permukaan Laut : 471 m
    2. Luas Kecamatan   : 150,76 Km2
    3. Luas Danau           :  9950 Ha

Fertilitas merupakan kemempuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk ( actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang atau sekelompok perempuan.

Pemakalah ingin menyajikan hal-hal yang berhubungan dengan fertilitas di Kecamatan Tanjung Raya berdasarkan data – data yang di dapat di BPS, buku di Perpustakaan dan sumber-sumber lainnya. Maka pemakalah mengangkatnya dalam makalah yang berjudul “Fertilitas di Kecamatan Tanjung Raya Tahun 2006”.

  1. Rumusan dan Batasan Masalah

1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah : Bagaimana fertilitas di Kecamatan Tanjung Raya tahun 2006 dan hal-hal yang berhubungan dengan fertilitas tersebut.

  1. 2. Batasan Masalah
    1. Pengertian Fertilitas,
    2. Hal-hal yang berhubungan dengan fertilitas.
    3. Jumlah Penduduk dan Data Fertilitas.
    4. Parameter Fertilitas.
  1. Tujuan Penulisan

a. Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

b. Sebagai tugas untuk memenuhi salah satu syarat lulus mata kuliah Demografi.

c. Menambah kemampuan bagi pemakalah dalam menulis makalah.

  1. Metode Penulisan

Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah : Studi Pustaka Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.Serta berdasarkan data sekunder dari BPS dan sumber – sumber lainnya yang menunjang.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Pengertian Fertilitas

Fertilitas merupakan kemempuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk ( actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang atau sekelompok perempuan.

Kelahiran yang dimaksud disini hanya mencakup kelahiran hidup, jadi bayi yang dilahirkan menunjukan tanda-tanda hidup kendatipun hanya sebentar dan terlepas dari lamanya bayi itu dikandung.

Pengertian ini agar dibedakan dengan kesuburan (fecundity) yang menyatakan kemampuan secara fisiologis untuk melahirkan. Jadi kesuburan menyatakan potensi, amat sulit ditentukan, sedangkan fertilitas mengenai kelahiran sesungguhnya seperti yang diukur dalam statistik kelahiran.

  1. B. Istilah yang Berkaitan dengan Fertilitas
    1. 1. Fekunditas (fecundity)

Fekunditas menyangkut kemampuan bilogis perempuan untuk menghasilkan anak lahir hidup atau lawan kata sterilisasi.

  1. 2. Lahir Hidup (live birth)

Suatu kelahiran bayi menunjukan tanda-tanda kehidupan. Seperti bernafas, denyut nadi, menangis, tanpa memperhitungkan lamanya dalam kandungan.

  1. 3. Lahir Mati (still birth)

Kelahiran seorang bayi dengan umur kandungan paling sedikit 28 minggu (7 bulan), tanpa tanda-tanda kehidupan.

  1. 4. Abortus

Kematian janin dengan umur kandungan kurang dari 28 minggu.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat kelahiran
  • Kebijakan pro-natalis dan anti-natalis dari pemerintah
  • Tingkat aborsi
  • Struktur usia-jenis kelamin yang ada
  • Kepercayaan sosial dan religius – terutama berhubungan dengan kontrasepsi
  • Tingkat buta aksara pada wanita
  • Kemakmuran secara ekonomi (walaupun pada teorinya ketika sebuah keluarga memiliki ekonomi yang baik, mereka mampu untuk membiayai lebih banyak anak, dalam praktiknya kemakmuran ekonomi dapat menurunkan tingkat kelahiran)
  • Tingkat kemiskinan – anak-anak dapat dijadikan sumber ekonomi pada negara berkembang karena mereka bisa menghasilkan uang (tenaga kerja anak)
  • Angka Kematian Bayi – sebuah keluarga dapat mempunyai lebih banyak anak jika angka kematian bayi (Infant Mortality Rate / IMR) tinggi.
  • Urbanisasi
  • Homoseksualitas – pria dan wanita homoseksual hampir seluruhnya tidak menjadi ayah dan ibu, mengurangi angka kelahiran tiap tahunnya.
  • Usia pernikahan
  • Tersedianya pensiun
  • Konflik
  1. D. Gambaran Jumlah Penduduk dan Data Fertilitas

1. Jumlah Penduduk Menurut Kenagarian

No.

Nagari

Laki – laki Perempuan Jumlah
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Tanjung Sani

Sungai Batang

Maninjau

Bayur

Duo Koto

Paninjauan

Koto Kaciak

Koto gadang

Koto Malintang

2.044

1.903

1.116

2.522

1.227

1.212

1.825

934

1.443

2.930

2.166

1.156

1.068

1.371

1.415

1.818

1.110

1.573

4.974

4.096

2.272

3.590

2.598

2.627

3.643

2.044

3.016

Jumlah

14.226

14.607

28.833

2. Jumlah Penduduk Menurut Umur

No. Golongan Umur Laki-laki perempuan Jumlah
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

0 – 4

5 – 9

10 – 14

15 – 19

20 – 24

25 – 29

30 – 34

35 – 39

40 – 44

45 – 49

50 – 54

55 – 59

60 – 64

65 – 69

70 – 74

75 +

1.651

1.673

1.768

1.564

943

885

838

885

850

760

546

450

471

356

314

272

1.489

1.518

1.592

1.565

992

955

877

941

868

775

559

534

574

474

441

453

3.140

3.191

3.360

3.129

1.935

1.840

1.715

1.826

1.718

1.535

1.105

984

1.045

830

755

752

Jumlah

14.226

14.607

28.833

3. Jumlah Kelahiran dan Kematian Serta Kematian Ibu Waktu Melahirkan.

No. Jenis Kejadian Jumlah
1.

2.

3.

Bayi Lahir Hidup

Bayi Lahir Meninggal

Kematian Ibu Melahirkan

456

5

-

  1. E. Parameter Fertilitas
    1. Angka Fertilitas Kasar / Crude Birth Rate (CBR)

Tingkat kelahiran bayi tanpa melihat golongan dan umur.

  1. Angka Fertilitas Umum / General Fertility Rate (GFR)

General fertility rate (GFR) – mengukur angka kelahiran tiap 1.000 wanita yang berusia 15 – 45 tahun.

  1. Rasio Anak Terhadap Perempuan Usia Subur / Child Woman Ratio (CWR)

BAB III

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Fertilitas merupakan kemempuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk ( actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang atau sekelompok perempuan.

Kelahiran yang dimaksud disini hanya mencakup kelahiran hidup, jadi bayi yang dilahirkan menunjukan tanda-tanda hidup kendatipun hanya sebentar dan terlepas dari lamanya bayi itu dikandung.

Pengertian ini agar dibedakan dengan kesuburan (fecundity) yang menyatakan kemampuan secara fisiologis untuk melahirkan. Jadi kesuburan menyatakan potensi, amat sulit ditentukan, sedangkan fertilitas mengenai kelahiran sesungguhnya seperti yang diukur dalam statistik kelahiran.

  1. B. Saran
    1. Dengan membaca makalah ini diharapkan pembaca dapat mengambil intisari atau pelajaran dari makalah ini.
    2. Diharapkan kepada penulis supaya lebih rajin lagi dalam membuat makalah.
    3. kepada dosen dan pembaca memberikan kritik dan saran terhadap makalah ini.

Sekian, Terima Kasih

DAFTAR PUSTAKA

Suasti, Yurni. 2006. Hand Out Mata Kuliah Demografi. Padang: UNP.

Sembiring, BK. 1985. Demografi. Jakarta: FPS IKIP Jakarta.

Barclay, George W. Teknik Analisa Kependudukan. Jakarta: Bina Aksara.

BPS. 2006. Kabupaten Agam Dalam Angka 2006. Padang: BPS.

Dan sumber-sumber dari internet.

About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hello world! SOAL UJIAN SEMESTER GEOGRAFI DESA KOTA

5 Komentar Add your own

  • 1. im se nyeh  |  Juni 18, 2009 pukul 8:09 am

    jan lupo kwn menurut peraturan kumpulan blogger se Indonesia “satiok menulis di blog, baik dari data sendiri maupun dari org laen kudu, mesti, wajib dicantumin referensi or sumbernye”
    ingak, ingak, ingek, ………. tiiiing

    Balas
  • 2. nanda  |  Juni 18, 2009 pukul 8:14 am

    lai rancak isinyo ma!

    Balas
  • 3. mahdalenageografi  |  Juni 22, 2009 pukul 2:57 am

    fikri…
    g’cari bahan lain fik kan lebih bagus, tapi blognya dah bagus kok tinggal sedikit perbaikan lagi………. (sekedar saran)
    fik, barter dunk……

    Balas
  • 4. ria wahyuningsih  |  Juni 23, 2009 pukul 6:32 am

    mana gambarnya??? pakai gambarlah supaya lebih bagus

    Balas
    • 5. irsyadulf  |  Juni 23, 2009 pukul 8:18 am

      baa caronyo ria? tunjuakan lah? yo?

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
    Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: